Ups, namun itu semua hanyalah pemikiran otakku sendiri, penilaian yang aku berikan pun bersifat pribadi, sebagai salah seorang Mahasiwa ITS, aku merasa kemampuanQ perlu di-uprade, mengejar ketertinggalanQ dengan teman-temanQ di bandung.. Nah, kerjasama, toleransi teman itu perlu, namun kita juga harus berprinsip buwat masa depan... setuju ??..
Jumat, 26 Desember 2008

Hmm.. membaca tulisan di atas mungkin ada tanda tanya pada diri anda, ada apa gerangan antara ITS dengan ITB ?? apakah telah atau akan terjadi bentrokan Mahasiswa antar keduanya ?, hoo..tunggu sebentar, judul diatas hanyalah sebuah kalimat yang tiba-tiba keluar saat aku baru saja mendapat tamu dari ITB bandung. Nah, pertemuan Mahasiswa antar kedua Institut unggulan di Indonesia ini memberiku tambahan pengalaman. Semua bermula dari sini ... beberapa hari yang lalu, aku dan beberapa teman ITS ku mendapat kunjungan dari beberapa Mojang ITB, yang salah satunya adalah sohib baikku, Lhoh,kunjungan apa coba? Jarang-jarang bgt arek Bandung berkunjung ke daerah timur sini, nah, usu punya usut, Sohibku ini dimintai tolong oleh 6 oang temannya ( 3 cowok, 3 cewek ) untuk menemani mereka melakukan kunjungan study ke surabaya, sekaligus mengikuti lomba debat sosial di Mojokerto,ITB diwakili oleh mereka. Nah, dan repotnya lagi, teman-teman, para cowok memilih menginap di kosQ,coz ‘kata’ mereka, Asrama mahasiwa ITS kumuh dan kotor ( Secara,yang cowok kebagian asrama mahasiswa lama, sedangkan yang cewek dapat asrama yang baru yang lebih bersih ) Nah lhoo, .. Untungnya ibu dan bapak kosQ baik, memberi mereka kamar dan kasur yang empuk. Nah, selama bersama temanQ si Mojang ITB ini, banyak kabar yang kudapat dari SohibQ, cerita-cerita tentang teman2 SMAku dulu yang sekarang kuliah disana, kemajuan mereka..Dan Waw,, terkejut aQ saat berbincang dengan dia.. Bagaimana tidak,pertama,kabar angin yang kudengar bahwa aturan di ITB sangat ketat terbukti!! Mau nyonyek ? sangsi ga tanggung2, D.O !!, nah si SohibQ aja berprinsip gene, “Wah-wah, hari gene nyontek ? Lha,Awak ngerjain soal aja ga bisa,koq maunya nyontek pekerjaan temen, mau jadi apa Awak besok ..” .Ehem, prinsip yang Jozz!! menurutQ, pantes, lulusan ITB Sangat bisa bersaing di dunia kerja, individualitas mereka di masa perkuliahan terbukti bisa mementuk lulusan-lulusan yang unggul, berkompeten dan sangat bisa bersaing di dunia kerja. Hmm... jadi kalian saling Apatis gitu ??, “Enggak koq, klo ada tugas2 n mau ujian gitu kita pasti belajar bareng,tapi ga pernah yang namanya tugas atau ujian itu nyontek punya temen.. secara ndak langsung kan nglatih percaya diri juga” jawab SohibQ. Saat ini si Sohib punya nilai IP yang pas-pas’an, cuma 2 koma, padahal,usut punya usut, ternyata yang teman-teman yang satu kos ma dia, IP nya tinggi-tinggi, 3 –keatas, bahkan ada yang 4 !!. Gila, napa ga nular ke Loe tu IP mereka ?? ,”Ga tau, padahal tiap mau ujian Awak juga termotivasi,n slalu ngerti kalo beajar bareng mereka, tapi pas ujian, soal yang keluar hampir pasti beda ma dipelajari, ya dasarnya mereka dah pinter2..”. Nah, hal kedua yang membuat aku apreciate adalah, dia tau seluk beluk Teknologi Informasi, web server, programming, networking, bahkan Overclocking, padahal dia berasal dari fakultas MIPA, jurusan matematika, yang sama sekali ga diajarkan masalah IT. Untungnya aku baru belajar .Net framework ma Oracle, jadi pas diajak ngomong masalah itu, aku bisa sangat mengimbanginya. Oh, ya , satu hal lagi, dia jago Overclocking, meski masih kalah dengan temannya, Mojang electro ITB yang merupakan temen baekQ juga. Ckckck...masih jauh banget aku kalo dibanding mereka..
Ups, namun itu semua hanyalah pemikiran otakku sendiri, penilaian yang aku berikan pun bersifat pribadi, sebagai salah seorang Mahasiwa ITS, aku merasa kemampuanQ perlu di-uprade, mengejar ketertinggalanQ dengan teman-temanQ di bandung.. Nah, kerjasama, toleransi teman itu perlu, namun kita juga harus berprinsip buwat masa depan... setuju ??..
"Arek ITS” vs “Mojang ITB"
Ups, namun itu semua hanyalah pemikiran otakku sendiri, penilaian yang aku berikan pun bersifat pribadi, sebagai salah seorang Mahasiwa ITS, aku merasa kemampuanQ perlu di-uprade, mengejar ketertinggalanQ dengan teman-temanQ di bandung.. Nah, kerjasama, toleransi teman itu perlu, namun kita juga harus berprinsip buwat masa depan... setuju ??..
Label:
Pengalaman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





:clp:
wow keren :clp:, anak MIPA ya?? ehm...si Gilang pa bukan? wah lulusan SMADA Madiun emang jos-jos...hehehe
@ OrangNdut :: Yo'a .. Forza Smada !!
Wew, ternyata artikel yang kubaca tentang ITB tuh bener. Peraturan di sana ketat bangetsss...
Pantes aja ITB menghasilkan lulusan yang berintegritas tinggi...
Kita juga bisa kok. Ga perlu dengan adanya peraturan, melainkan dengan kesadaran diri..
"mojang bandung vs TC ITS"???
aku udah
hahahahahaha.....
mau ikutan jadi vs ku selanjutnya???
hihihihi....*piss
sing menang neng geulis bandung:D
ITB sejak dulu menerapkan peraturan yg sangat ketat. Tapi juga dibarengi oleh input mahasiswa yg memang bagus2 dan lingkungan yg mendukung. Di ITS kan panas, mau diskusi lama2 di kampus ya gak betah. Udah gitu di Bandung banyak banget toko buku yg menjual text book2 baru, termasuk toko fotokopian yg menjual textbook2...di Surabaya susah, alhasil mahasiswa banyak hanya mengandalkan bahan kuliah. Tapi ITS punya potensi besar utk bisa bersaing dgn ITB... so, jangan nyontek lagi ya? :D
[tinggalkan jejak buat google]
jika ingin mengalahkan ITB maka berfikirlah untuk mengalahkan MIT, automaticly ITB bakal lewat tapi disini tujuan kita sama untuk membatu negara ini lebih baik lagi, baik moral maupun pembangunan hingga teknologi, so if you're real student make beyond proud for ur country